Peluang Masuk UI bagi Putra Daerah

Universitas Indonesia (UI) memberikan kesempatan yang lebih luas kepada putera-puteri daerah di seluruh Indonesia untuk mengikuti pendidikan di UI. Peluang tersebut terbuka bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA) melalui program kerja sama daerah dan industri (KSDI). Program ini menawarkan 54 program studi jenjang pendidikan sarjana.

Rektor UI Gumilar Rusliwa S., mengemukakan, salah satu persoalan yang dihadapi di tataran implementasi otonomi daerah adalah kelangkaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. “Anak-anak daerah yang diterima di UI pada umumnya enggan kembali ke daerahnya. Oleh karena itu, guna pemerataan SDM yang berkualitas, kita membuat kerja sama dengan daerah dan industri,” katanya saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media Depdiknas, Jakarta, Jumat (11/04/08).

Pada jumpa pers yang dipandu Plt. Kepala Pusat Informasi dan Humas M.Muhadjir, Gumilar mengatakan, pengadaan program jalur terbaru ini tidak menghapus jalur-jalur penerimaan mahasiswa yang sudah ada sebelumnya, seperti jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) atau Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (Senam PTN), serta Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB).

Adapun sistem yang digunakan dalam penerimaan jalur KSDI ini tetap melalui tes potensi akademik. Namun berbeda dengan SPMB, calon-calon mahasiswa yang akan mengikuti tes tersebut adalah rekomendasi dari daerah, kabupaten, dan industri.

Kemudian, calon mahasiswa yang diterima di UI harus memenuhi persyaratan tertentu, yakni menandatangani kontrak dengan daerah atau industri yang bersangkutan, untuk kembali bekerja di daerah dan industri setelah lulus. “Dengan demikian, graduate employee atau waktu tunggu dari lulusan UI dengan sendirinya akan sangat pendek. Nantinya begitu lulus akan langsung mempunyai tempat bekerja,” papar Gumilar.

Direncanakan, gelombang pertama seleksi penerimaan mahasiswa melalui jalur KSDI akan dilaksanakan pada 25 April 2008 dengan jumlah peserta yang telah terdaftar sebanyak 600 peserta. Sementara untuk gelombang kedua akan dilaksanakan pada 30 Mei 2008. Sampai sejauh ini, kata Gumilar, total propinsi yang mengikuti program KSDI adalah sebanyak 11 propinsi. Untuk wilayah kabupaten dan kota sebanyak 112 kota, sedangkan industri sebanyak 16 perusahaan.

Adapun kriteria penerimaan calon mahasiswa adalah siswa peringkat kelas 1-10 dari semerster 1 s.d. 5; memiliki ijazah yang berumur maksimum dua tahun sejak siswa lulus dari SMA; pelamar yang memiliki prestasi khusus di bidang yang sesuai dengan program yang dituju akan mendapat prioritas untuk diterima; diutamakan siswa yang berasal dari SMA di luar Jabodetabek.

Gumilar menjelaskan, dalam sistem belajarnya nanti, mahasiswa yang diterima melalui program KSDI tidak mengalami perbedaan cara menerima pelajaran dengan mahasiswa yang melalui program reguler. “Dalam KSDI ini, jumlah penerimaan mahasiswa ditentukan sebesar dua puluh persen dari seleksi nasional perguruan tinggi,” ujarnya.

Menurut Gumilar, kerjasama ini baru dilaksanakan pertama kalinya di Indonesia oleh Univeritas Indonesia. Dia berharap, dengan adanya program KSDI ini, UI akan menjadi motor bagi universitas lain untuk menjalin kerjasama-kerjasama dengan daerah dan industri.***

Sumber: Pers Depdiknas

Leave a Reply